merry-go-round

Life is like merry-go-round that always rotate, change and never stop until we return to Allah SWT.

So there will be different moments, knowledge and experiance that we can take the meaning and benefit from it.
Recent Tweets @
Posts I Like
Never lose your hope to Allah! Always be the optimist person with powerfull spirit and great love ;)

By Me

(Reference from ‘Quran Weekly’ with modification)

Perbaharui niat, modal kesabaran dan kesungguhan!
Monolog

raynaldofredy:

Lama sudah kita mengarungi hidup ini.. Hari berganti bulan, bertambah jadi bilangan tahun„ terus berjalan tak terhentikan.

Lama sudah kita alami banyak rintangan dan hambatan, sedih dan kepahitan, keterpurukan dan kesendirian.

Lama sudah kita alami banyak canda dan tawa, penuh rasa ceria..

Kalian tahu? Aku jatuh cinta pada mereka.

Mereka adalah orang-orang yang selalu membuat lawan bicaranya merasa sebagai orang yang paling dihargai, padahal mereka melakukannya terhadap siapapun.

Mereka penuh perhatian dan antusias, mereka peduli dan peka. mereka adalah orang yang dipenuhi…

frinholic:

tumbr1:

Nah :) – View on Path.

Eta pisan!

You rock!

productivemuslim:

O Allāh, help all of us build a strong relationship with the blessed Quran in this blessed month of Ramadan!

 

[Say ‘Aameen’ (which means, ‘O Allāh! Accept our invocation’) from the bottom of your heart!]

 

Click here to read the article ‘8 Easy Steps to Recite the Entire Qur’an this Ramadan’: http://proms.ly/1wTyuns

 

Follow us: @AbuProductive on Twitter | ProductiveMuslim on Facebook

Disiplin, konsistensi dan ikhlas.. kunci ketaatan

islamic-quotes:

Ramadan reminders. Take this chance to strengthen ukhwah between family and community members.

Dua orang saling mencintai, berdiam diri. Saling menunggu. Menunggu dipertemukan, oleh Tuhan.

Saya tidak suka dengan kata-kata manis, juga puisi indah, bukan karena membencinya, namun menghayatinya membuat saya terlena dan lupa akan realitas

Saya tidak suka berlama-lama dalam mencari hiburan, karena intensitas hiburan terlalu tinggi, melupakan saya tentang kewajiban dan oportunitas amal yang jauh lebih penting

Saya tidak suka dengan bercanda berlebihan, karena candaan yang berkelanjutan melupakan kita tentang hal utama yang seharusnya bisa segera terpecahkan. Bercanda berlebihan juga melenakan saya dalam batas-batas dimana saya harus menarik diri untuk penjagaan.

Hadist shahih yang pernah saya baca,”Allah menyukai hambanya yang meninggalkan apa yang ia sukai karena Allah”

3 hal yang saya tidak sukai dan sebenarnya saya sukai dalam waktu yang bersamaan. Namun dengan porsi yang sesuai akan menjadi pahala jika ditinggalkan ketika sudah dalam taraf ‘berlebihan’. Juga tertulis dalam hadist shahih,”Berlebih-lebihan itu akan menjerumuskan pada dosa”.

Awalnya saya tidak mengerti, namun saya faham dalam dua kisah :
1. Abdullah bin Saba (pendukung Ali bin Abli Thalib)’ berlebih-lebihan dalam mengagumi Ali, hingga terjerumus dalam mengkultuskan beliau, hingga taraf tidak mengakui kekhalifahan sebelum Ali. Bahkan kemudian golongan ini berkembang menjadi menuhankan Ali bin Abi Thalib. Mereka jatuh kepada memusyrikan

2. Seorang yang berlebihan dalam ibadah. Ia menghabiskan sepanjang waktu untuk berada di masjid, beribadah dengan meninggalkan kewajiban mencari nafkan lahir batin kepada istri dan anaknya. Namun Rasulullah kemudian menyuruhnya untuk kembali ke rumah dan menjalankan ibadah yang seimbang dengan kewajiban kepada keluarganya

*maaf belum ditulis periwayatnya, saya sambung lagi nanti*

Saya tidak peduli melalui jalan mana, dengan Sabar (ketika diuji/dalam kesedihan) atau Syukur (ketika berlimpah /dalam kesenangan) untuk meraih cinta-Nya Allah SWT

Umar bin Abdul Aziz

@Majelis Percikan Iman - Masjid Al Muroshalah