merry-go-round

Life is like merry-go-round that always rotate, change and never stop until we return to Allah SWT.

So there will be different moments, knowledge and experiance that we can take the meaning and benefit from it.
Recent Tweets @
Posts I Like

Media lagi-lagi media. Mungkin pemilihan tahun ini menjadi hotnews yang tertempel terus dimedia-media. Entah yang mengaku menang, menang dengan kecurangan, ingin menang dengan alasan, ingin menang dengan visi misi tertentu, dll. Terlalu banyak, puyeng sih, tapi penting sangat penting. Penentuan nasib masa depan Indonesia 5 tahun mendatang ditentukan oleh usaha kedua belah fihak, yang jujur bahkan yang tidak.

Tapi sebagai warga Indonesia yang baik, seharusnya para pemilih benar-benar berusaha ‘melek politik’ biarpun hanya sedikit. Jangan sekedar melihat gerak-gerik tokoh yang tim kerjanya sama sekali tidak terlihat. Entah bertujuan benar atau tidak, bahaya.

Kuliah ekonomi bisnis, semester pendek lalu, membahas tentang perkara ini. Hampir disetiap pemilihan ada dua kubu yang siap menjadi pemimpin dan polanya hampir sama.

Seperti yang terjadi di negara-negara lain, Amerika, Thailan juga Indonesia. Ketika pemilihan muncullah dua kubu dengan pandangan politik yang berbeda.

Satu dengan padangan sekularismenya, satu lagi partai dengan pandangan konservatif (agamis/nasionalis).

Kemenangan Josh Bush di Amerika yang didukung partai sekularis. Kebijakan-kebijakannya pun tidak jauh dari pandangan partai yang mengusungnya, pola pikir sekulerisme. Salah satunya yaitu melegalkan pernikahan sesama jenis di Amerika. Kemudian kebijakan Obama yaitu membebaskan biaya pengobatan dan kesehatan seminimal mungkin sehingga terjadi kolaps di Amerika karena hampir RS mengalami kerugian.

Hal yang ingin saya angkat disini, bukan berarti penokohan itu sepenuhnya salah langkah, namun sebagai pemilih tentunya harus cerdas dalam melihat rencana-rencana apa yang akan dilakukan jika tokoh tersebut naik, karena bukan menjadi hal yang tabu lagi bahwa seorang tokoh membawa visi misi partainya dengan sangat jelas. Biarpun tokoh independen, namun perpolitikan Indonesia sangat bergantung pada partai, terjadinya conflict of interest dalam kepemimpinan sudah jelas terjadi di Indonesia.

Berbeda dengan di Inggris atau Jepang. Label ‘pemerintah’ setara dengan prestige pegawai kantoran, bedanya pemerintah harus bekerja keras untuk rakyat karena mereka dibayar oleh pajak, sedangkan di Indonesia biaya-biaya yang digunakan untuk sampai pada posisi tertinggi didukung oleh partai.

Dua kubu tersebut terjadi kini di pemilihan Indonesia. Apakah partai sekuler atau partai konservatif yang akan menang. Namun hal yang tidak ingin saya alami adalah terlepasnya nuansa religius di semua tingkat pemerintahan, seperti yang terjadi di DKI Jakarta kini, miris. Justru suasana religi yang melekat pada setiap daerah yang menjadikan rakyatnya merasa damai, dengan ketentuan tidak tertulis namun tercantum dalam aturan Islam dengan sangat jelas, kerukunan hidup beragama.

Jangan sampai kita umat muslim sebagai mayoritas tersisih dan tersingkirkan hak-haknya untuk menjalankan yang wajib dan yang sunnah karena pemimpin serta partai yang sama sekali tidak memperhitungan itu semua.

Sebentar lagi walimahan sepupuku, anak dari adik ibu. Kami mempersiapkan beberapa hal, tujuannya ya satu, membahagiakan pasangan pengantin dan keluarganya. Sederhana, kami terlihat rapi dan serasi, rasanya hal tersebut sudah menjadi bagian dari kebahagiaan si empunya acara.

Seperti biasanya, di mobil kami seringkali mendengarkan radio apakah itu MQ-fm ataukah kajian-kajian yang lain. Kajian sore itu tentang rezeki, mereview sebenarnya karena tema ini acapkali dibahas di setiap taklim atau pengajian kecil.

Ustadz tersebut mengingatkan kembali tentang rezeki yang Allah beri karena terkadang kita sering silau dengan rezeki sahabat atau saudara kita yang dirasa ‘lebih’ namun sama dihadapan Allah. Seiring kali, silaunya mata menggoda kita berkeluh kesah, hanya itu, bukan lanjut berusaha. Keluarga ini seperti ini, keluarga itu seperti itu, si A seperti ini, si B dapat ini dan itu. Semua hal menjadi sumber pembahasan, sedang lupa terhadap rezeki Allah yang sudah ada digenggaman tanpa sempat bersyukur terhadapnya.

Sekedar mengerucutkan pembahasan, saya pernah dengar dari ustadz Darlis Fajar, pada umumnya manusia diuji oleh 2 hal yaitu Sabar dan Syukur.

Ketika lapang seringkali lupa bersyukur dan ketika sempit lupa untuk bersabar. Padahal nilai keindahan islam disitulah keutamaannya. Apalagi ketika mengalami futur ‘banyak pikiran/stress’, penyakit yang acap kali muncul tetiba tanpa sebab namun banyak gejala.. haha.. Ketika itu, saya sendiri baru menyadari, sangat penting adanya usaha penstabilan iman karena kekuatan diri untuk mencapai titik ‘mampu’ menyadari waktu harus bersyukur dan bersabar adalah ketika kedekatan kepada Allah pada titik stabil, lebih baik pada titik tertinggi keimanan diri.

Ustadz di kajian radio itu menyebutkan:

"Inilah diriku dan rezeki terbaik untukku yang Allah beri sedang itulah dirinya dengan rezeki terbaik untuknya yang Allah beri. Tidak usah iri atau bersedih. Allah telah memporsikan pembagiannya dengan sangat adil, karena Allah tidak pernah salah memberi." 

Point penting yaitu, keadaan dan rezeki kita kini adalah hal terbaik bagi kita. Belum tentu keadaannya sesuai dengan kebutuhan kita dan juga sebaliknya.

Simpulan yang saya tangkap dari tausyiah on the road (via Radio):

 ”Tingkatkan keimanan agar tetap mampu bersyukur dan bersabar ketika harus melakukannya. Tetap berusaha karena Allah tidak buta terhadap apa-apa yang diusahakan oleh hamba-hambaNya”

(Self-conclusion)

Subhanallah.. saya ingin pemimpin Indonesia dapat memberikan kepedulian nyata seperti yang dilakukan pemimpin Turki *hopes*

mirnasm:

herricahyadi:

This is Turkiye!

Turkey telah mengirimkan banyak bantuan untuk Gaza. Dan kali ini, Turkey membawa “ambulans udara” untuk mengobati mereka yang terluka. Setidaknya 200 orang akan dibawa ke Turkey untuk menjalani pengobatan, karena tidak mungkin dilakukan di Gaza sebab keterbatasan listrik dan perlengkapan. Ini bentuk komitmen Turkey membela Gaza. Di samping itu, NGO-NGO di Turkey sedang menyiapkan flotilla baru yang akan berlayar menuju Gaza. Kali ini, kemungkinan besar akan dikawal oleh AL Turkey.

Erdogan. Siapa yang tidak kenal beliau? Sewaktu kampanye presidensial Turkey, dia tidak menjual isu Palestina untuk meraup suara rakyat Turkey. Dia pun tidak berakting jadi pura-pura soleh di televisi. Tapi sesaat setelah dia menang 53%, langsung mengirimkan ambulans udara, setelah sebelumnya bantuan dan dukungan juga telah ia berikan untuk Palestina.

Ah, kau ini gila, Tuan Erdogan! Menjadi pahlawan kami di tengah banyak manusia yang berpura-berpura peduli padahal mereka asik menikmati hidup sendiri. Kau keras kepada siapapun yang mengusik rencana hebatmu itu, sampai-sampai mereka menjulukimu “diktator”. Tapi, apa pedulimu? Apa peduli kami? Yang kami tahu, kau sungguh-sungguh dengan kegilaanmu itu. Semoga Tuhan selalu merahmatimu, Tuan Erdogan!

Salam hormat setinggi-tingginya kepada Turkey dan segenap rakyatnya. GBU, Turkiye!

Semoga Istiqomah Pak, semoga Allah berikan kekukatan, semoga Allah juga membuka jalan hidayah bagi para pemimipim Muslim lainnya di dunia. Aamiin

Nice info.. Opsi sarapan selain nasi :D 

laninalathifa:

Sarapan all around the world~

onlinecounsellingcollege:

1. We often feel apathetic when we’ve picked the wrong goals or when have no goals, or direction for our life. So, look at what inspires you, or makes you feel alive.
2. Stop listening to others, and their views on success. Success really is doing what’s important to YOU.
3. Try to think of some…

Never lose your hope to Allah! Always be the optimist person with powerfull spirit and great love ;)

By Me

(Reference from ‘Quran Weekly’ with modification)

Perbaharui niat, modal kesabaran dan kesungguhan!
Monolog

raynaldofredy:

Lama sudah kita mengarungi hidup ini.. Hari berganti bulan, bertambah jadi bilangan tahun„ terus berjalan tak terhentikan.

Lama sudah kita alami banyak rintangan dan hambatan, sedih dan kepahitan, keterpurukan dan kesendirian.

Lama sudah kita alami banyak canda dan tawa, penuh rasa ceria..

Kalian tahu? Aku jatuh cinta pada mereka.

Mereka adalah orang-orang yang selalu membuat lawan bicaranya merasa sebagai orang yang paling dihargai, padahal mereka melakukannya terhadap siapapun.

Mereka penuh perhatian dan antusias, mereka peduli dan peka. mereka adalah orang yang dipenuhi…

frinholic:

tumbr1:

Nah :) – View on Path.

Eta pisan!

You rock!